Senin, 11 Desember 2017

MAKALAH SEJARAH ORGANISASI MAJELIS TAFSIR AL QURAN


BY : AZRIN
 MAJELIS TAFSIR AL QURAN



Pendirian dan Kedudukan
logo-mta-whiteYayasan Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Surakarta adalah sebuah lembaga pendidikan dan dakwah Islamiyah yang berkedudukan di Surakarta. MTA didirikan oleh Almarhum Ustadz Abdullah Thufail Saputra di Surakarta pada tanggal 19 September 1972.
Latar Belakang Pendirian
Ustadz Abdullah Thufail Saputra, seorang mubaligh yang karena profesinya sebagai pedagang mendapat kesempatan untuk berkeliling hampir ke seluruh Indonesia (kecuali Irian Jaya) dan melihat bahwa kondisi umat Islam di Indonesia tertinggal karena umat Islam di Indonesia kurang memahami Al-Qur’an.
23-al-ustad-abdullah-thufail-saputra-pendiri-mta
Oleh karena itu, sesuai dengan ucapan Imam Malik bahwa umat Islam tidak akan dapat menjadi baik kecuali dengan apa yang telah menjadikan umat Islam baik pada awalnya, yaitu Al-Qur’an. Ustadz Abdullah Thufail Saputra yakin bahwa umat Islam Indonesia hanya akan dapat melakukan emansipasi apabila umat Islam Indonesia mau kembali ke Al-Qur’an. Demikianlah, maka Ustadz Abdullah Thufail Saputra pun mendirikan MTA sebagai rintisan untuk mengajak umat Islam kembali ke Al-Qur’an.
TUJUAN
Tujuan didirikannya MTA adalah untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam bidang sosial dan keagamaan, seperti penyelenggaraan pendidikan formal dan non-formal dan penyelenggaraan berbagai kegiatan pengajian dan pendirian lembaga pendidikan keagamaan yang terkait. Tujuan tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk mengajak umat Islam kembali ke Al-Qur’an dengan tekanan pada pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
22-kajian-jihad-pagi-ahad
BADAN HUKUM
Sebagai lembaga dakwah yang independen MTA tidak ingin menjadi underbouw dari organisasi massa atau organisasi politik manapun. Bahkan MTA tidak menghendaki berubah menjadi organisasi massa atau organisasi politik.
2-sby
Namun MTA juga tidak ingin menjadi lembaga yang bersifat ilegal. Untuk itu secara resmi, MTA didaftarkan sebagai lembaga berbadan hukum dalam bentuk yayasan dengan akta notaris R. Soegondo Notodisoerjo Notaris di Surakarta nomor 23 tahun 1974.
Kemudian untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang RI No. 28 Tahun 2004 tentang yayasan, MTA didaftarkan kembali sebagai yayasan dengan akta notaris Budi Yojantiningrum, SH, Notaris di Karanganyar, nomor 01 tanggal 6 September 2006, dan disahkan oleh Menkum dan HAM dengan Keputusan Menteri No. C-2510.HT.01.02.TH 2006, yang ditetapkan tanggal 03 November 2006 dan tercatat dalam Berita Negara Tanggal 27 Februari 2007, No. 17.
Kemudian susunan pengurus diubah lagi dengan Akta Perubahan Yayasan Majlis Tafsir Al Qur’an Surakarta nomor 02, tanggal 08 Februari 2011, dibuat oleh Sri indriyani, S.H., Notaris di Boyolali.
STRUKTUR LEMBAGA
Struktur MTA sebagai lembaga terdiri atas pusat, perwakilan, dan cabang. MTA pusat berkedudukan di Surakarta. Perwakilan MTA berkedudukan di tingkat kota/kabupaten. Cabang MTA berkedudukan di tingkat kecamatan. Dengan diresmikannya 109 perwakilan dan cabang pada Silatnas 27 Desember 2015, maka jumlah perwakilan dan cabang menjadi 539 tersebar dari Aceh hingga Merauke.
5-lokasi-kajian
4-lokasi-kajian
KEGIATAN
1. Pengajian
Sesuai dengan tujuan pendirian MTA, yaitu untuk mengajak umat Islam kembali ke Al-Qur’an, kegiatan utama di MTA berupa pengajian Al-Qur’an. Pengajian Al-Qur’an ini dilakukan dalam berbagai pengajian yang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pengajian khusus dan pengajian umum.
A. Pengajian khusus
Pengajian khusus adalah pengajian yang siswa-siswanya (juga disebut dengan istilah peserta) terdaftar dan setiap masuk dicatat kehadirannya (tertib presensi). Pengajian khusus ini diselenggarakan seminggu sekali, baik di pusat maupun di perwakilan-perwakilan dan cabang-cabang, dengan guru pengajar yang dikirim dari pusat atau yang disetujui oleh pusat.
6-lokasi-kajianDi perwakilan-perwakilan atau cabang-cabang yang tidak memungkinkan dijangkau satu minggu sekali, kecuali dengan waktu yang lama dan tenaga serta biaya yang besar, pengajian yang diisi oleh pengajar dari pusat diselenggarakan satu bulan sekali, bahkan ada yang diselenggarakan satu semester sekali.
Perwakilan-perwakilan dan cabangcabang yang jauh dari Surakarta ini menyelenggarakan pengajian seminggu sekali sendiri-sendiri. Konsultasi ke pusat dilakukan setiap saat melalui media komunikasi yang ada. Materi yang diberikan dalam pengajian khusus ini adalah tafsir Al-Qur’an dengan acuan tafsir Al-Qur’an yang dikeluarkan oleh Departemen Agama dan kitab-kitab tafsir lain baik karya ulama-ulama Indonesia maupun karya ulama-ulama dari dunia Islam yang lain, baik karya ulama-ulama salafi maupun ulama-ulama kholafi.
Proses belajar mengajar dalam pengajian khusus ini dilakukan dengan teknik ceramah dan tanya jawab. Guru pengajar menyajikan materi yang dibawakannya kemudian diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan dari siswa. Dengan tanya jawab ini pokok bahasan dapat berkembang ke berbagai hal yang dipandang perlu. Dari sinilah, kajian tafsir Al-Qur’an dapat berkembang ke kajian aqidah, kajian syareat, kajian akhlak, kajian tarikh, dan kajian masalahmasalah aktual sehari-hari.
Dengan demikian, meskipun materi pokok dalam pengajian khusus ini adalah tafsir AlQur’an, tidak berarti cabang-cabang ilmu agama yang lain tidak disinggung. Bahkan, sering kali kajian tafsir hanya disajikan sekali dalam satu bulan dan apabila dipandang perlu kajian tafsir untuk sementara dapat diganti dengan kajian-kajian masalah-masalah lain yang mendesak untuk segera diketahui oleh siswa.
11-perpustakaan-mta
Di samping itu, pengkajian tafsir Al-Qur’an yang dilakukan di MTA secara otomatis mencakup pengkajian Hadits karena ketika pembahasan berkembangan ke masalah-masalah lain mau tidak mau harus merujuk Hadits. Dari itu semua dapat dilihat bahwa yang dilakukan di MTA bukanlah menafsirkan Al-Qur’an, melainkan mengkaji kitab-kitab tafsir yang ada dalam rangka pemahaman Al-Qur’an agar dapat dihayati dan selanjutnya diamalkan.
B. Pengajian Umum
Pengajian umum adalah pengajian yang dibuka untuk umum, siswanya tidak terdaftar dan tidak dicatat kehadirannya (tidak ada tertib presensinya).
Materi pengajian lebih ditekankan pada hal-hal yang diperlukan dalam pengamalan agama sehari-hari. Pengajian umum ini diselenggarakan satu minggu sekali pada hari Minggu pagi (Pengajian Umum Ahad Pagi), bertempat di Gedung MTA Jl. Ronggowarsito No. 111 A Surakarta yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 8 Maret 2009.
3-sby
Setiap minggu tidak kurang 7000 orang dari berbagai penjuru hadir mengikuti Jihad Pagi dengan tertib. Tokoh-tokoh nasional yang pernah hadir mengisi Pengajian Ahad Pagi dan bersilaturahim di MTA adalah :
  • 1. Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. (Wamen Agama RI. Kabinet Indonesia Bersatu)
  • 2. Dr. (HC) HM. Hatta Rajasa. (Menko Ekuin. Kabinet Indonesia Bersatu)
  • 3. Dr. (HC) Dahlan Iskan (Menteri BUMN. Kabinet Indonesia Bersatu)
  • 4. Ir.H.Azwar Abubakar MM (Menpan & RB. Kabinet Indonesia Bersatu)
  • 5. H. Marzuki Alie, SE.MM (Ketua DPR. Periode 2009-2014)
  • 6. KH. Ahmad Cholil Ridwan, LC. (MUI Pusat. Periode 2010-2015)
  • 7. Irjen Pol (purn) Dr. H. Anton Tabah (MUI Pusat 2010-2015)
  • 8. KH. Muhyiddin Junaidi, LC, MA (MUI Pusat 2010-2015)
  • 9. KH. Syuhada Bahri, LC (MUI Pusat 2010-2015)
  • 10. Prof. Dr. KH. Muhammad Amin Suma, SH, MM, MA (MUI Pusat 2010-2015)
  • 11. Dr. Amrulah Ahmad (MUI Pusat. 2010-2015)
  • 12. Dr. Amisyah Tambunan, MA (MUI Pusat 2010-2015)
  • 13. Prof. Dr. H. M. Amin Rais (Tokoh Ulama)
  • 14. Drs. H. Slamet Effendy Yusuf, Msi (Tokoh Ulama)
  • 15. Dr. Mohammad Syafei Antonio (Tokoh Ulama)
  • 16. Mahendradata, SH, MA, MH, PhD (TPM Pusat)
9-hatta-rajasa 10-amrullah-ahmad-mui-pusat
Kegiatan pengajian baik pengajian, khusus atau pengajian umum dilengkapi dengan sarana perpusatakaan yang sangat lengkap di Gedung Pusat Jl. Ronggowarsito 111 A Surakarta yang berisi kitab-kitab Tafsir dari berbagai ulama tafsir dunia dan kitab-kitab hadits dari berbagai ulama hadits ternama serta kitab-kitab lainnya baik hardcopy ataupun softcopy.
gedung-ahad-pagi-mta-soloGbr. Gedung Pengajian Ahad Pagi
2. Pendidikan
Pengamalan Al-Qur’an membawa ke pembentukan kehidupan bersama berdasar Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Kehidupan bersama ini menuntut adanya berbagai kegiatan yang terlembaga untuk memenuhi kebutuhan anggota.
12-sdit-smp-sma-mta
Salah satu kegiatan terlembaga yang dibutuhkan oleh anggota adalah pendidikan yang diselenggarakan berdasarkan nilai-nilai keislaman. Oleh karena itulah, di samping pengajian, MTA juga menyelenggarakan pendidikan, baik formal maupun non-formal.
13-sdit-smp-sma-mta
A. Pendidikan Formal
Pendidikan formal yang telah diselenggarakan terdiri atas TK, SD, SMP. dan SMA. Tujuan dari penyelenggaraan pendidikan formal ini adalah untuk menyiapkan generasi penerus yang cerdas dan berakhlak mulia.
Oleh karena itu, di samping memperoleh pengetahuan umum berdasar kurikulum nasional yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional, pendidikan formal juga memperoleh pelajaran diniyah.
14-sdit-smp-sma-mta
Di samping diberi pelajaran diniyah, untuk mencapai tujuan tersebut siswa SMP dan SMA juga diberi bimbingan dalam beribadah dan bermu’amalah. Untuk itu, para siswa SMP dan SMA yang memerlukan asrama diwajibkan tinggal di asrama yang disediakan oleh sekolah.
Dengan tinggal di asrama yang dikelola oleh sekolah dan yayasan, siswa SMP dan SMA dapat dibimbing dan diawasi agar dapat mengamalkan pejaran diniyah dengan baik. Alhamdulillah, sampai pada saat ini, baik SMP maupun SMA berhasil meraih prestasi akademis yang cukup menggembirakan.
Oleh karena prestasinya itu, SMA MTA masuk ke dalam daftar lima puluh SMA Islam unggulan se-Indonesia. Di samping itu, siswasiswa yang melakukan kenakalan yang umum dilakukan oleh remaja-remaja dapat dideteksi dan selanjutnya dibimbing semaksimal mungkin untuk menghentikan kenakalan-kenakalannya.
B. Pendidikan non-formal
Pendidikan non-formal diselenggarakan oleh MTA untuk memberi bekal siswa/peserta MTA berupa pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan. Adapun pendidikan non-formal yang diselenggarakan oleh MTA antara lain TPA, PAUD, Lembaga Pendidikat Tahsin (LPT).
Disamping itu, berbagai kursus insidental sering diselenggarakan oleh MTA Pusat, misalnya kursus kepenulisan, kewartawanan dan kursus bahasa.
3. Kegiatan Sosial
Kehidupan bersama yang dijalin di MTA tidak hanya bermanfaat untuk warga MTA sendiri, melainkan juga untuk masyarakat pada umumnya.
17-donor-darah-sar-mta
Dengan kebersamaan yang kokoh, berbagai amal sosial dapat dilakukan. Amal sosial tersebut antara lain adalah donor darah, kerja bakti bersama dengan Pemda dan TNI, pemberian santunan berupa sembako, pakaian, dan obat-obatan kepada umat Islam pada khususnya dan masyarakat pada umumnya yang sedang tertimpa musibah, dan sebagainya.
Donor darah, begitu juga kerja bakti bersama Pemda dan TNI, sudah mentradisi di MTA, baik di pusat mau pun di perwakilan dan cabang. Secara rutin tiga bulan sekali MTA, baik pusat maupun perwakilan, menyelenggarakan donor darah. Kini MTA memiliki tidak kurang dari 7.000 pedonor yang setiap saat dapat diambil darahnya bagi yang mendapat kesulitan untuk memperoleh darah dari keluarganya atau dari orang lain.
Selain itu, MTA aktif berpartisipasi membantu korban konflik dan bencana. Pada beberapa konflik sara dan politik di Solo, MTA menjadi dapur umum bagi korban konflik. Pada konflik sara di Ambon, MTA mengirim bantuan ke Ambon dan Tual. Pada berbagai bencana alam, MTA aktif berpartisipasi dengan mendirikan posko dan mengirim bantuan. Pada waktu terjadi banjir di Karawang, Pati, Gresik, Purworejo, Purwodadi, Kudus dan lokasi lain MTA mengirimkan bantuan makanan, obat-obatan, dan pakaian.
19-sar-mta
Pada waktu gempa dan tsunami di Aceh, MTA mendirikan Posko selama dua bulan. Begitu pula ketika terjadi gempa di DIY, Takengon Aceh, Padang. tanah longsor di Banjarnegara, letusan Gunung Merapi, MTA mengirim Tim SAR.
Kegiatan lain yang perlu dikemukakan adalah kegiatan penyembelihan hewan qurban pada hari raya Iedul Adha Kegiatan ini adalah kegiatan ibadah, namun memiliki dimensi sosial yang besar karena hewan qurban yang disembelih di MTA mencapai ribuan.
Pada hari raya Iedul Adha tahun 2015 mencapai 1205 ekor sapi dan 4099 ekor kambing yang disembelih selama empat hari (hingga hari tasyrik ketiga) di pusat. Pembagian daging hewan qurban tersebut yang sudah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun berjalan dengan tertib dan lancar.
[caption id="attachment_7090" align="aligncenter" width="726"]Satgas MTA dan Sar MTA Satgas MTA dan Sar MTA[/caption]
Begitu pula penyembelihan hewan qurban di perwakilan-perwakilan dan cabangcabang MTA di seluruh Indonesia bisa berjalan dengan tertib dan lancar.
Dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, selama beberapa tahun terakhir, MTA membagikan sembako untuk anggota masyarakat sekitar kantor/majlis yang kurang beruntung di Kegiatan sosial yang dilakukan di seluruh perwakilan dan cabang MTA ini disebut dengan Paket Kemerdekaan.
Tujuan dari kegiatan sosial ini adalah agar pada hari kemerdekaan RI anggota masyarakat di sekitar kantor/majlis dapat merasakan kemaslahatan dari kemerdekaan. Pada Tahun 2015 ini telah dibagikan paket kemerdekaan sebanyak 15.885 Paket senilai lebih dari 1 Milyar Rupiah.
4. Kepemudaaan
Kegiatan MTA yang semakin banyak, baik kegiatan internal MTA mau pun kegiatan eksternal seperti pemberian bantuan kepada korban bencana, MTA membutuhkan Satuan Tugas.
21-deklarasi-mta-pemudaMaka pada tahun 2002, Satgas MTA dibentuk, dikukuhkan oleh Ketua MUI Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin, MA di alun-alun utara Kraton Surakarta. Untuk memberikan pelatihan baris-berbaris kepada Satgas MTA, MTA bekerjasama dengan Polresta Surakarta dan Koramil Pasarkliwon, Surakarta.
Bahkan sebagian dari Satgas MTA tersebut kini telah lulus pelatihan Satpam yang diselenggarakan Polresta Surakarta dan bekerja di beberapa instansi. Kegiatan rutin Satgas MTA adalah melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas dalam berbagai pengajian akbar yang diselenggarakan oleh MTA atau MUI maupun umat Islam yang lain.
16-pelatihan-it-mta
Ketika terjadi bencana, Satgas MTA menjadi tulang punggung relawan MTA dalam memberikan bantuan kepada korban, seperti dalam penanganan banjir di Karawang, gempa dan tsunami di Aceh pada tahun 2004, gempa di Yogyakarta pada tahun 2006, dan erupsi Merapi pada tahun 2010.
Oleh karena bencana alam seolah sudah menjadi sesuatu yang rutin di Indonesia, maka partisipasi dalam penangan bencana ini perlu dilembagakan. Untuk itulah MTA membentuk tim SAR (Search And Rescue) yang mendapat pelatihan dari BASARNAS dan menjadi bagian dari BASARNAS.
16-bakti-sosial
SAR MTA inilah yang menjadi ujung tombak partisipasi MTA dalam penangan dampak erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010. Untuk semakin lebih menggiatkan kegiatan para pemuda MTA di berbagai Cabang dan perwakilan di seluruh Indonesia, maka perlu diwadahi melalui organisasi kepemudaan yang diberi nama Pemuda MTA yang dideklarasikan pada tanggal 7 Oktober 2012 di Stadion Manahan Surakarta yang dihadiri oleh Deputy Kemenpora Dr. Alfitra Salam, APU.
5. Ekonomi
Kehidupan bersama di MTA juga menuntut adanya kerjasama dalam pengembangan ekonomi. Untuk itu, di MTA diselenggarakan usaha bersama berupa simpan-pinjam. Dengan simpan-pinjam ini, siswa atau warga MTA dapat memperoleh modal untuk mengembangkan kehidupan ekonominya.
Di samping itu, siswa atau warga MTA biasa tukar-menukar pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang ekonomi. Seorang warga MTA yang belum mendapat pekerjaan atau kehilangan pekerjaan dapat belajar pengetahuan atau ketrampilan tertentu kepada siswa atau warga MTA yang lain sampai akhirnya dapat bekerja sendiri.
6. Kesehatan
Dalam bidang kesehatan, MTA melakukan rintisan untuk dapat mendirikan sebuah rumah sakit yang diselenggarakan secara Islami.
Kini MTA telah dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan berupa Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin yang bernama Klinik Pratama MTA. Pada tahun 2015, Klinik Pratama MTA memperoleh penghargaan sebagai Pemenang Pertama Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kategori Klinik Pratama Provinsi Jawa Tengah tahun 2015.
13-klinik-pratama-mta
Di samping itu, untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada siswa atau warga MTA dibentuk kader-kader kesehatan dari perwakilan-perwakilan dan cabang-cabang MTA yang secara periodik mengadakan pertemuan.
7. Penerbitan, Komunikasi, dan Informasi
Penerbitan, komunikasi, dan informasi merupakan sendi-sendi kehidupan modern, bahkan juga merupakan sendisendi globalisasi. Untuk itu, MTA tidak mengabaikan bidang ini.
Dalam bidang penerbitan, MTA telah menerbitkan majalah bulanan dan buku-buku keagamaan serta materi pengajian yang disebut Brosur.
13-radio-televisi-mta-tv
Dalam bidang teknologi informasi, MTA telah merambah semua media informasi :
  • Media Online : website www.mta. or.id dan email : humas@mta.or.id
  • Radio FM : MTAFM & Persada FM sejak tahun 2007.
  • Radio Online : www.mtafm.com sejak tahun 2007
  • Radio Satelit : Telkom-1 Freq 3920 MHz, S/R 3000 Pol H tahun 2010
  • TV Teresterial : Ch. 52 UHF sejak tahun 2014
  • TV Online : www.mtatv.net sejak tahun 2010
  • TV Satelit : Telkom-1 Freq 3920 MHz, S/R 3000 Pol H tahun 2014
Dengan adanya media tersebut perkembangan dakwah MTA bisa meluas ke seluruh wilayah tanah air hingga ke manca negara.
13-dahlan-iskan-radio-televisi-mta-tv
KERJASAMA
Sudah menjadi kebiasaan MTA dalam mengadakan berbagai kegiatan selalu bekerjasama dengan instansi pemerintah atau swasta terkait lembaga-lembaga tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
  • Kerjasama Bidang Kesehatan seperti Pengobatan Gratis, Khitanan Masal, Bencana alam dengan PMI, Dinas Kesehatan, MER-C.
  • Kerjasama bidang Sosial seperti TMND, Operasi POLRI, Bencana Alam dengan TNI, POLRI, BASARNAS, BNPB
  • Kerjasama bidang Media Elektronik: RRI Solo, TVRI Jogja, Radio Purbowangi FM 104 MHz Gombong, Bidang Usaha KJKS air minum Kafur Radio Suara Kesuma FM 105.5 MHz Wonosobo, Radio Prima FM 90.8 MHz Cilacap, Radio Ash Shidiq FM 89.8 MHz Purwakarta, Radio Kharisma FM 91.6 MHz Pontianak.
  • Kerjasama bidang Media Cetak untuk menyampaikan tulisan-tulisan materi dakwah dengan Suara Merdeka, Solopos, Joglosemar dan Jateng Pos.
  • Kerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta serta masyarakat dalam pengiriman ustadz atau da’i untuk memberikan kajian-kajian secara rutin atau isidentil seperti dengan Rumah Tahanan, Pemda atau Bupati Sukoharjo dan lain sebagainya.
  • Kerjasama dengan berbagai elemen umat islam baik di Solo maupun tingkat nasional untuk acara-acara kebersamaan umat islam atau tabligh akbar seperti dengan MUI Pusat, MUI Kota Surakarta, DDII, FPI, NU, Muhammadiyah, DSKS, FUI dan sebagainya.
penghargaan-donatur-rs-gaza-indonesia-mta2
SUMBER DANA
Banyak yang bertanya-tanya dengan heran, darimana MTA memperoleh dana untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatannya?
Isu yang pernah berkembang di masyarakat adalah bahwa MTA memperoleh dana dari luar negeri, isu lain mengatakan bahwa MTA memperoleh dana dari orpol tertentu.
Sesungguhnya, apabila umat Islam betul-betul memahami dan menghayati agamanya, keheranan semacam itu tidak perlu muncul.
13-tempat-kajian-mta-indonesia
Bahwa jihad merupakan salah satu sendi keimanan tidak ada yang meragukan, bahkan sampai ada yang mengatakan bahwa jihad merupakan rukun Islam yang ke-enam.
Akan tetapi bahwa sesungguhnya jihad terdiri atas dua unsur, yakni jihad bi amwal dan jihad bi anfus, kurang dihayati.
Biasanya hanya jihad bi anfus saja yang banyak dikerjakan. Apabila jihad bi amwal dihayati dengan baik dan diamalkan, umat Islam tidak akan kekurangan dana untuk membiayai kegiatan-kegiatannya.
MTA membiayai seluruh kegiatannya sendiri karena warga MTA yang ingin berpartisipasi dalam setiap kegiatan harus berani berjihad bukan hanya bi anfus, akan tetapi juga bi amwal, karena memang demikianlah yang dicontohkan oleh Nabi SAW dan para sahabatnya
PERKEMBANGAN
Ustadz Abdullah Thufail Saputra memimpin MTA selama 20 tahun kurang 4 hari. Beliau dipanggil ke rahmatullah pada tanggal 15 September 1992.
Ketika beliau meninggal, MTA sudah tersebar ke seluruh wilayah di Karesidenan Surakarta (sekarang Solo Raya) dan Semarang, bahkan sudah tersebar sampai di Lombok Barat, Jawa Timur, DIY, Bandung, dan Jakarta.
[caption id="attachment_6946" align="aligncenter" width="569"]SILATNAS 2015- Pimpinan Pusat MTA, Al Ustadz Dsr Ahmad Sukina berfoto bersama dengan tamu undangan dan pengurus cabang dan perwakilan, di sela-sela acara Silatnas MTA 2015 di Gelora Bung Karno Jakarta, Ahad (27/1/2015). SILATNAS 2015- Pimpinan Pusat MTA, Al Ustadz Dsr Ahmad Sukina berfoto bersama dengan tamu undangan dan pengurus cabang dan perwakilan, di sela-sela acara Silatnas MTA 2015 di Gelora Bung Karno Jakarta, Ahad (27/1/2015).[/caption]
Sepeninggal Ustadz Abdullah Thufail Saputra, MTA dipimpin Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina yang dipilih secara aklamasi oleh warga MTA. Dalam kepemimpinan Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina, MTA semakin tumbuh subur berkembang ke berbagai penjuru Nusantara.
Saat diresmikannya 109 perwakilan dan cabang pada tanggal 27 Desember 2015 ini, perwakilan dan cabang MTA berjumlah 539 tersebar mulai dari Aceh hingga Merauke.
[embed]https://youtu.be/jm5FfLeWB-k[/embed]
PENUTUP
Gambaran secara singkat tentang MTA yang dipaparkan dalam profil ini mudah-mudahan dapat memberikan gambaran lengkap tentang MTA yang sudah berkembang pesat selama 41 tahun.
Namun yang berkehendak mengenal MTA lebih dekat dapat hadir dalam kajian-kajian MTA di seluruh Indonesia atau dapat langsung datang ke MTA Pusat di Jl. Ronggowarsito No. 111 A Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia.

SOURCE : https://mta.or.id/sekilas-profil/



         Awalnya kajian MTA dilakukan di Masjid Marwah kelurahan Semanggi. Pesertanya hanya warga di sekitar Semanggi, dan beberapa orang dari wilayah sekitar Solo. Perkembangan MTA cukup pesat, terlihat dari berdirinya, cabang-cabang di beberapa daerah lain, seperti di kecamatan Nogosari (Boyolali), kecamatan Polan Harjo dan kecamatan Juwiring (Klaten), dan di kecamatan Gemolong (Sragen). Pekembangan berikutnya penyebaran MTA dilakukan oleh siswa-siswa yang sudah nyantri di MTA Pusat maupun di cabang-cabang. Mereka membentuk kelompok-kelompok pengajian di daerah asalnya masing-masing atau di perantauan. Mereka memiliki tanggung jawab dan kesadaran untuk menyebarkan ilmu walaupun tidak diinstruksikan. Setelah menjadi besar, kelompok-kelompok pengajian itu mengajukan permohonan ke MTA Pusat agar dikirim guru pengajar sehingga kelompok-kelompok pengajian itu pun menjadi cabang-cabang MTA yang baru. Dengan cara itu, tumbuh cabang-cabang baru. Ketika di sebuah kabupaten sudah tumbuh lebih dari satu cabang dan diperlukan koordinasi, maka dibentuklah perwakilan yang mengkoordinir cabang-cabang tersebut yang bertanggungjawab membina kelompok-kelompok baru sehingga menjadi cabang. MTA Pusat tidak pernah menggunakan strategi top down dalam membentuk dan meresmikan Perwakilan dan Cabang tapi secara buttom up.7
                 
                    Dalam perkembangannya MTA semakin mengukuhkan diri sebagai lembaga dakwah dengan berbagai aktivitasnya. Aktifitas pokok MTA yaitu menyelenggarakan kajian Islam secara rutin setiap minggu. Kegiatan tersebut dilaksanakan MTA Pusat, Perwakilan, Cabang dan Binaan. Pengajian MTA pusat telah berlangsung sejak tahun 1976. Pengajian tersebut dilaksanakan setiap ahad pagi bertempat di Kemlayan, Surakarta jam 07.30-10.00 WIB. Pengajian ini biasanya diikuti warga MTA dan juga elemen umat Islam yang berasal dari karesidenan Surakarta maupun daerah lain. Selain menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dalam pengajian, materi kajiannya diterbitkan dalam bentuk brosur ahad pagi.
MTA menanamkan pemahaman dalam diri kader, bahwa sebagai warga MTA dan bagian dari umat Islam mereka harus istikamah dalam mengkaji, memahami dan mengamalkan tuntunan Islam. Mereka harus mengamalkan Islam dalam level pribadi, keluarga, masyarakat dan negara. Iman menurut MTA adalah kesatuan antara perkataan, hati dan amal. Selain itu mereka berkewajiban pula mendakwahkan Islam kepada masyarakat yang dikelola dalam Pengajian Binaan MTA. Warga MTA diwajibkan membentuk kelompok belajar. Materi bahasannya yaitu mengulang pelajaran, mempelajari brosur, dan memecahkan masalah-masalah yang ada pada anggota kelompok dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan Islam

ARTI DAN LAMBANG LOGO MTA

Arti dari Lambang Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA).Yayasan Majlis Tafsir Al-Qur’an(MTA) mempunyai lambang berupa gambarkitab yang di atasnya terdapat Qura’an Surat al-Ishra>’ ayat 9 dan di bawahnyatertulis Qura’an Surat al-Hadid ayat 6.

Lambang tersebut memiliki arti:


1.Kitab yang berarti al-Qur’an sebagai kitab suci yang berisi firman allah
untuk dijadikan sebagai pedoman hidup umat Islam dalam menjalankan ajaran agama.
2.Quran Surat al-Ishra ayat 9:
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih
Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besarMaka ayat tersebut adalah al-Qur’anyang diwahyukan Allah kepadaNabi Muhammad digunakan sebagai petunjuk bagi manusia jalan yang lurus dan menjadi sumber rujukan bagi kehidupan manusia agar terhindar dari perbuatan yang menyimpang.
3.Qur’an Surat al-Hadid ayat 16:
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.


           
3.STRUKTUR ORGANISASI MTA

     Struktur Organisasi Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA).Suatu struktur atau lembaga dapat memperoleh keberhasilan dala mencapai tujuan apabila didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Mereka merencanakan mengorganisasikan (mengatur) menggerakkan atau mengendalikan sahingga masing-masing bidang dapatbekerja secara maksimal. Struktur Organisasi MTA Pusat Surakarta seperti lembaga organisasi pada umumnya dengan pucuk tertinggi dijabat oleh seorang ketua umum, lebih detailnya sebagai berikut:

Bagan 2.1; Struktur Organisasi MTA Pusat Surakarta

                
      Dalam struktur organisasi tersebut, kepengurusan MTA Pusat dan perwakilan/ cabang-cabangnya terdiri atas pengurus inti dan pengurus bidang.
      Pengurus inti terdiri atas ketua umum, ketua I dan II, sekretaris I dan II, bendahara I dan II. Adapun pengurus bidang terdiri atas bidang dakwah, bidang pendidikan, bidang sosial, bidang kepemudaan dan olahraga, bidang rumah tangga, bidang ekonomi, dan bidang kesehatan.Menurut fungsinya, ketua umum mempunyai tanggung jawab terhadapkeseluruhan kegiatan yayasan baik unnsur kedalam maupun unsur keluar. Ketua I dan II mempunyai tanggung jawab membantu tugas-tugas ketua umum apabila berhalangan atau karena sesuatu hal yang tidak melakukan tugasnya. Sekretaris mempunyai tanggung jawab tentang masalah administrasi secara keseluruhan. Bendahara mempunyai tanggung jawab mengelola dana dan penyimpanan keuangan pengeluaran dan pemasukan.Kepengurusan inti MTA Pusat Surakarta tahun 1999-2014.

Ketuaua umum            : Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Ketua I                                    : Suharto S.Ag
Ketua II                      : Dahlan Harjotaruno
Sekretaris I                  : Drs. Yoyok Mugiyatno,Msi
Sekretaris II                : Drs.Medi
Bendahara I                 : Mansyur Masyhuri
Bendahara II               : Sri Sadono

           Untuk alasan perubahan peraturan, semua organisasi yang berbentuk yayasan harus menyesuaikan dengan peraturan Undang-undang RI Nomor 16 Tahun 2001 tentang yayasan. Undang-undang tersebut menetapkan bahwa semua yayasan yang ada di Indonesia harus menyesuaikan struktur organisasinya dengan undang-undang yayasan dan wajib mematuhi segala ketentuan yang berlaku, yakni suatu yayasan harus mempunyai tiga unsur, yaitu pembina, pengurus, dan pengawas. Karena itu, dalam MTA juga memiliki pembina sebagai seorang yang memberi saran terkait kemajuan organisasi. Detailnya sebagaimana bagan di bawah ini:

         Keseluruhan struktur organisasi MTA Pusat Surakarta terdiri dari dua bagian
yakni pengurus inti dan pengurus bidang. Pengurus inti terdiri dari: pembina, pengurus, dan pengawas. Pembina adalah orang perseorangan sebagai pendiri yayasan atau orang yang berdasarkan keputusan rapat anggota dinilai mempunyai dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan yayasan. Tugas dan wewenang pembina adalah memutuskan mengenai perubahan anggaran dasar, mengangkat dan menghentikan pengurus dan pengawas, menetapkan kebijakan umum yayasan berdasarkan anggaran dasar yayasan, mengesahkan program kerja dan rancangan tahunan yayasan menetapkan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran yayasan, mengesahkan laporan tahunan. Sementara itu pengurus adalah orang perseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum dan tidak dinyatakan bersalah dalam mengurusi yayasan yang menyebabkan kerugian bagi yayasan masyarakat, dan negara berdasarkan putusan pengadilan dalam jangka waktu 5 tahun terhitung sejak tanggal putusan berkekuatan hukum tetap. Pengurus terdiri: ketua umum,
ketua sekretaris umum, sekretaris, bendahara umum dan bendahara. Tugas dan wewenang pe
ngurus adalah bertanggung jawab penuh atas kepengurusan yayasan untuk kepentingan
yayasan menyusun program kerja dan rancangan anggaran tahunan yayasan untuk disahkan pembina, memberikan penjelasan tentang segala hal yangditanyakan pengawas, bertanggung jawab penuh menjalankan tugasnya dengan mematuhi peraturan perundang-undangan yang
berlaku,berhak mewakili yayasan baik didalam maupun diluar pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian, pengurus berwenang mengangkat dan memberhentikan pelaksana kegi
atan yayasan berdasarkan keputusan rapat pengurus. Selain itu juga ada pengawas yang bertugas melakukan pengawasandan memberikan nasehat kepada pengurus dalam menjalankan kegiatan yayasan. Pengawas terdiri dari dua orang. Tugas dan wewenang adalah bertanggung jawab penuh menjalankan tugas pengawasan untuk kepentingan yayasan, ketua
pengawas dan satu anggota pengawas berwenang bertindak untuk dan atas pengawas, memberhentikan untuk sementara satu orang atau lebih pengurus apabila pengurus tersebut bertindak bertentangan dengan anggaran atau perundang-undangan yang berlaku.
Selain struktur kepengurusan yang memiliki banyak kesamaan dengan organisasi pada umumnya, struktur kelembagaan MTA juga terstruktur, sebagaimana di bawah ini:

      Kepengurusan MTA Pusat Surakarta pada tahun 1999-2014 adalah se
bagai                      
berikut:
Pembina                          : Al Ustadz Drs.Ahmad Sukina
Pengurus
Ketua Umum  : Suharto, S.Ag
Ketua                              : Dahlan Harjotaruno
Sekretaris Umum           : Drs.Yoyok Mugiyatno,M.Si
Sekretaris                       : Drs.Medi
Bendahara Umum         : Mansyuri Masyuri

Pusat Perwakilan Cabang
Bendahara  : Sri Sadono
Pengawas
Ketua         : Sardjiman
Wakil      : Drs.Heru Siswanto.
Dalam tubuh organisasi MTA terdapat tujuh bidang kerja. Bidang-bidang tersebut adalah:
1.Bidang Dakwah
Bidang ini bertugas dalam penyiaran agama seperti kegiatan pengajian, pembangunan gedung pengajian serta pengembangan dakwah.
2.Bidang Pendidikan
Bidang ini bertugas menyelenggarakan pendidikan formal dan non forma
dalam usaha membina kepribadian, kemampuan warga MTA.
3.Bidang Sosial
Bidang ini bertugas untuk menyelenggarakan kegiatan sosial kemanusiaan yang diwujudkan dalam bentuk pemberian santunan kepada fakir miskin, korban bencana alam, kegiatan donor darah dan kegiatan-kegiatan sosiallainnya.
4.Bidang Kepemudaan dan Olahraga
Bidang ini bertugas melakukan pembinaan terhadap generasi muda MTA seperti melaksanakan pengajian khusus generasi muda, menyelenggarakan kegiatan olahraga dalam usaha meningkatkan kesehatan. Bidang kepemudaan dan olahraga juga mengurusi masalah kes atgasan untuk keamanan dan memperlancar kegiatan yang diselenggarakan MTA.
5.Bidang Rumah Tangga
Bidang ini mengurusi jadwal kegiatan pembina yayasan, mengurusimasalah-masalah yang berkaitan dengan operasional majlis di MTAPusat, kebersihan lingkungan, listrik, airserta sarana prasarana majlis.
6.Bidang KBIH
Bidang ini merupakan bidang yang dimiliki MTA yang dibentuk pada tahun 2005 yang mengurusi masalah penyelenggaraan ibadah haji. Mulai dari pendaftaran, pengecekan persyaratan, tes kesehatan, manasik haji sampai pemberangkatan dan pemulangan jama’ah haji.
7.Bidang Ekonomi dan Kesehatan
Bidang ini bertugas memberdayakan potensi ekonomi di lingkunganMTA dengan pendirian dan pengembangan koperasi dan usaha lainya seperti UB Usaha Bersama), BP/RB (Balai Pengobatan/ Rumah Bersalin), KSU
(Koperasi Serba Usaha). Pada awalnya bidang ekonomi dan bidang kesehatan merupakan
bidang terpisah. Sejak tahun 2003 bidang-bidang tersebut digabung menjadi satu di bawah naungan “CV Al Abrar”. Mengenai pola rekruitmen dilakukan menurut kesanggupan calon pengurus untuk diangkat menjadi pengurus. Untuk pengangkatan pengurus dicari orang yang mau dan sanggup menjadi pengurus. Hal yang dipentingkan adalah kesangugupan untuk mencurahkan waktunya menjadi pengurus. Rekruitmen pengurus tidak dihargai berupa materi. Semua dilakukan untuk dakwah sehingga pengurus tingkat pusat sampai kecabang tidak menerima gaji. Pengembangan SDM untuk para pengurus dilakukan melalui diklat. Misalnya penataran kesekretariatan, yaitu pemberian pengarahan tentang menejemen a
dministrasi bagi para sekretaris, tutorial bagi para guru daerah setiap dua minggu sekali, training kepemimpinan bagi ketua cabang, misalnya pelatihan tentang pengambilan
kebijakan di cabang, menejemen kepemimpinan, dan lain sebagainy
a. Kepengurusan MTA dari tingkat pusathingga pusat cabang bersifat fleksibel, jangka waktunya tidak dibatasi, kecuali bila ada penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan pengurus, karenamengundurkan diri, dan alasan yang di benarkan dalam agama. Melalui sifat yang fleksibel tersebut, pengurus yang masih mampu melaksanakan tugas kepengurusan tetap menjadi pengurus sampai waktu yang tidak ditentukan. Berdasarkan struktur yang ada MTA Pusat berada di daerah perintisan atau pendiriannya, yaitu Surakarta, Jawa Tengah. MTAPerwakilan berada di daerah kabupaten atau kota dan MTA Cabang berada di daerah kacamatan[1]

4.KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MTA

A.KELEBIHAN
1.MTA mengembangkan ijtihad. Sehingga kemajuannya tidak keluar dari Islam. MTA tidak menjadi sekuler, namun juga tidak kembali kepada Islam yang tradisional.
2. MTA menjadi unggul karena memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berpikiran maju. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan warga MTA di berbagai sektor dan menguasai berbagai bidang.
3. kekuatan MTA adalah bersumber dari sistem organisasinya yang telah dirancang sebagai satu sistem dan tidak terpisah baik dari tingkat pusat hingga ranting. Jadi dari manapun, dari Sabang hingga Merauke, MTA sebagai satu sistem. Tidak ada dari satu sistem pun yang memisah.
4. MTA menjadi unggul karena paham Islam yang diajarkan oleh MTA bersifat amaliyah, dan amaliyah yang diterapkan MTA adalah amaliyah yang berkemajuan.
5. MTA dalam menjalankan gerakan dakwahnya adalah berbuat untuk kepentingan bangsa dan negara. Hal ini dibuktikan dengan dibangunnya berbagai macam di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta lembaga lain dengan maksud untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang berkemajuan dan unggul.
B.KEKURANGAN
 1.Cenderung Birokratis
       Organisasi yang tumbuh semakin besar membuat MTA cenderung birokratis dan lamban dalam menghadapi persoalan-persoalan yang berkembang dalam masyarakat, terutama dalam menyikapai masalah-masalah social baru, seperti isu-isu pelanggaran hak asasi manusi, kemiskinan structural, dampak buruk globalisasi, perdagangan manusia, pengrusakan alam dan lingkungan, korupsi dan kejahatan kerah putih, dan masalah-masalah demoralisasi yang meluas dalam kehidupan bangsa.
          4. Kurang Merakyat
        Organisasi MTA yang demikian besar juga dinilai masih belum secara optimal menyentuh persoalan-persoalan masyarakat di akar rumput terutama yang mengalami marjinalisasi seperti buruh, petani, nlayan, dan kaum dhu’afa serta mustadh’afin (tertindas) lainnya, sehingga menimbulkan kesan gerakan Islam ini hanya  bergerak di lingkungan atas perkotaan.
         5. Melemahnya komitmen kader
        Kecenderungan melemahnya komitmen ideologis pada sebagian anggota, kader dan pimpinan sehingga kurang atau tidak memberikan kontribusi besar atau optimal bagi kemajuan persyarikatan.

                

CORAK PEMIKIRAN

          Dalam ajarannya MTA berusaha keras mengikis tahayul, bid’ah dan khurafat yang menurut mereka masih banyak berkembang di masyarakat seperti, kenduren, nyadran, pergi ke dukun, dll. Hal itu terbukti dengan masih banyaknya Islam yang menyimpan jimat, rajah dan sejenisnya. Sebagian anggota masyarakat secara sukarela menyerahkan jimat yang mereka miliki saat mengikuti Pengajian Ahad Pagi di kantor pusat MTA.Untuk menyikapi budaya lokal yang berkembang di masyarakat, MTA memiliki tiga pendekatan. Pertama, budaya lokal yang bisa sejalan dengan Al-Quran dan Sunah akan biarkan. Kedua, kalau budaya itu perlu diluruskan maka akan diluruskan. Ketiga, budaya lokal yang berlawanan dengan ajaran Islam maka harus ditolak sama sekali. Contohnya halal bi halal, walaupun tidak dicontohkan dalam Islam namun berdasarkan penelaahan dan kajian MTA itu tidak mengandung kemusyrikan, maka dibiarkan saja. Namun kalau itu sudah memuja orang maka akan ditolak, contohnya seperti tradisi keraton yang harus minta maaf sampai mencium kaki.
Adapun paham-paham yang di anut
Berikut beberapa faham MTA :
1.      Menolak semua hadist dhaif secara mutlak.
2.      Mengharamkan maulidan, yasdinan dan tahlilan.
3.      Mengharamkan walimah kematian 7 hari, 40 hari, 100 hari, dll.
4.      Memahami hadist dan Al-qur’andengan pemahaman pribadinya sehingga banyak sekali hukum yang dicetuskan secara ngawur.
5.      Tidak percaya adanya ilmu santet dan tenung (sihir).
6.      Menghalalkan anjing dan memperbolehkan memakannya, meski akhir-akhir lebih   melunak karena mendapat kritikan hebat.
7.      Memperbolehkan zakat diberikan orang kafir.
8.      Mengharamkan adzan dan iqamah saat bayi dilahirkan5



                                                    KESIMPULAN

Hampir semua ormas Islam yang muncul di dunia Islam dilatarbelakangi oleh faktor kebutuhan yang mendesak dalam bidang keagamaan. Di antaranya adalah adanya penyimpangan yang dilakukan oleh umat Islam sendiri dari agama yang lurus (Islam) maupun serangan dari pihak luar yang berusaha mencemari pemikiran umat Islam dengan akidah-akidah sesat serta budaya yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Keterbelakangan umat Islam inilah yang mendorong para tokoh Muslim membentuk organisasi untuk menghimpun kekuatan demi mengembalikan umat Islam ke jalan yang lurus sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah.







                                                               
DAFTRAR PUSTAKA



http://eprints.walisongo.ac.id/3874/3/104111038_Bab2.pdf



4 http://digilib.uinsby.ac.id/14118/5/Bab%202.pdf
 

Minggu, 03 Desember 2017

Ringkasan MK RETORIKA DAKWAH SMESTER V JURUSAN KPI OLEH DOSEN : USTADZ.DIDIN MUHIDIN

                                                                                                                         23 SEPTEMBER 2017




BENTUK PERSIAPAN PIDATO

1.Memahami latar belakang jamaah.
2.Menentukan masalah/ materi
3.mengumpulkan bahan : dalil, buku, koran, majalah, kisah, kata mutiara, peribahasa, fakta , data,dll.

     Buku-Buku hadits dapat dipermudah dengan menyingkatkan menjadi BATINMAMA
B: BUKHARI
A:ABU DAUD
T:TIRMIDZI
I:IBNU MAJAH
N:NASAI
M;MUSLIM
A:AHMAD
M:MALIK
A:AD DARIMI


   Cara memberi salam :
    mengulangi, di selingi, dan dengan bersemangat
4. Menyusun Sistematika pidato:
Pendahuluan, pembahasan ,dan penutup
contoh pidato 15 menit
yaitu :
3 menit pembukaan
10 menit pembahasan 
2 menit penutupan

adapun dalam penggunaan kalimat diusahakan kalimat yang jarang dipakai oleh orang lain.

5.Menjaga dan mempersiapakan kondisi fisik


Pendahuluan terdiri dari Hamdalah dan kata pengantar
Pembahasan
penutup terdiri dari kesimpulan dan saran

Pelaksanaan Pidato 
1.Tampil mengesankan, pakaian sesuai dengan kondisi jamaah, bahasa sesuai dengan daerah
2.Menguasai Forum contoh memberi salam sambil tersenyum
3.Jangan menyimpang dari judul , fokus dari apa yang ditetapakan temanya
4.Gaya yang Orisinil, peniruan gaya orang lain bisa namun harus fokus pada gaya orang tersebut secara total
5.Bersikap sederajat
6.Mengatur intonasi, menutup dengan suara rendah, dan saat pembahasan suara naik
7.Mengatur tempo
8.Memberi Tekanan
9.Memelihara kontak dengan jamaah
10.Pengembangan bahasa (penjelasan, contoh, kutipan,perbandingan, dan statistik dapat meyakinkan jamaah)
11.Memberi kesimpulan (Di dalam khutbah jumat yaitu pada jumat kedua)




Minggu, 26 November 2017

SEJARAH DAKWAH NABI AYUB AS







                                       Nabi Ayyub Alaihissalam

A.Biografi Nabi Ayyub Alaihissalam

Nabi Ayub Alaihissalam

Ayub (Ayyub) bin Amush. Garis Keturunan Nabi Adam Alaihissalam ⇒ Syits ⇒
Anusy ⇒ Qainan ⇒ Mahlail ⇒ Yarid ⇒ Nabi Idris Alaihissalam ⇒
Mutawasylah ⇒ Lamak ⇒ Nabi Nuh Alaihissalam ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyadz ⇒ Syalih
⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra'u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Azar ⇒ Nabi Ibrahim
Alaihissalam ⇒ Nabi Ishaq Alaihissalam ⇒ al-'Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush
⇒ Nabi  Ayub Alaihissalam. Usia    120 tahun. Periode sejarah    1540 -
1420 SM. Tempat diutus (lokasi) Dataran Hauran. Jumlah keturunannya
(anak) 26 anak. Tempat wafat Dataran Hauran. Sebutan kaumnya Bangsa
Arami dan Amori, di daerah Syria dan Yordania, di Al-Quran namanya
disebutkan sebanyak 4 kali

Ayub adalah seorang nabi sangat sabar, bahkan bisa dikatakan bahwa
beliau berada di puncak kesabaran. Ayub menjadi simbol kesabaran dan
cermin kesabaran atau teladan kesabaran. Allah subhanahu wa ta'ala
berfirman: "Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar.
Dialah sebaih-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)."
[QS. Shad [38]: 44]



Kisah Ayyub dalam Al-Qur'an



Di dalam Al-Quran, nama Ayyub as, disebutkan sebanyak 5 kali, yaitu :



Surat An-Nisaa' (An-Nisa') [4] : ayat 163

Surat Al-An'aam (Al-An'am) [6] : ayat 84

Surat Al-Anbiyaa' (Al-Anbiya') [21] : ayat 83 dan 84

Surat Shaad (Sad) [38] : ayat 41 dan 44

Pada Surat Al-Anbiyaa' (Al-Anbiya') [21] : ayat 83 dan 84, Firman Allah subhanahu wa ta'ala :



(Ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku),
sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang
Maha Penyayang di antara semua penyayang". Maka Kamipun memperkenankan
seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami
kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan
mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan
bagi semua yang menyembah Allah.



Pada Surat Shaad (Sad) [38] : ayat 41-44, Firman Allah subhanahu wa ta'ala :



Ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya:
"Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan". (Allah
berfirman): "Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan
untuk minum". Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali)
keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula
sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai
fikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah
dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati
dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya
dia amat taat (kepada Tuhan-nya).



Pada Surat An-Nisaa' (An-Nisa') [4] : ayat 163, Firman Allah subhanahu wa ta'ala :



Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah
memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami
telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan
anak cucunya, 'Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan
Zabur kepada Daud.



Pada Surat Al-An'aam (Al-An'am) [6] : ayat 84, Firman Allah subhanahu wa ta'ala :



Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada keduanya
masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu
(juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya
(Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah
Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.



Ringkasan Kisah Ayyub Alaihissalam



Nabi Ayub Alaihissalam adalah salah seorang manusia pilihan dari
sejumlah manusia pilihan yang mulia. Allah telah menceritakan dalam
kitab-Nya dan memujinya dengan berbagai sifat yang terpuji secara umum
dan sifat sabar atas ujian secara khusus. Allah telah mengujinya dengan
anaknya, keluarganya dan hartanya, kemudian dengan tubuhnya. Allah telah
mengujinya dengan ujian yang tidak pernah ditimpakan kepada siapa pun,
tetapi ia tetap sabar dalam menunaikan perintah Allah dan terus-menerus
bertaubat kepada-Nya.



Setelah Nabi Ayub Alaihissalam menderita penyakit kronis dalam jangka
waktu yang cukup lama, dimana sahabat dan keluarganya telah
melupakannya, maka ia menyeru Rabbnya, "(Ya Rabbku), sesungguhnya aku
telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara
semua penyayang." (Al-Anbiya’: 83). Dikatakan kepadanya, "Hantamkanlah
kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum." (Shad: 42). Nabi
Ayub AS menghantamkan kakinya, maka memancarlah mata air yang dingin
karena hantaman kakinya tersebut. Dikatakan kepadanya, "Minumlah darinya
serta mandilah." Nabi Ayub AS melakukannya, maka Allah Ta'ala
menghilangkan penyakit yang menimpa bathinnya dan lahirnya.



Kemudian Allah mengembalikan kepadanya; keluarganya, hartanya, sejumlah
ni’mat serta kebaikan yang dikaruniakan kepadanya dalam jumlah yang
banyak. Dengan kesabarannya itu maka ia merupakan suri teladan bagi
orang-orang yang sabar, penghibur bagi orang-orang yang mendapat ujian
atau ditimpa musibah serta pelajaran berharga bagi orang-orang yang mau
mengambil pelajaran.



Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik ra dari Nabi
saw, beliau bersabda, “Sesungguhnya Nabi Ayub as diuji dengan musibah
tersebut selama delapan belas tahun, dimana keluarga dekat serta
keluarga yang jauh telah menolaknya dan mengusirnya kecuali dua orang
laki-laki dari saudara-saudaranya. Dimana keduanya telah memberinya
makan dan mengunjunginya. Kemudian pada suatu hari salah seorang dari
kedua saudaranya itu berkata kepada saudaranya yang satu, "Demi Allah,
perlu diketahui, bahwa Ayub telah melakukan suatu dosa yang belum pernah
dilakukan siapa pun di dunia ini." Sahabatnya itu bertanya, "Dosa
apakah itu?." Saudaranya tadi berkata, "Selama delapan belas tahun Allah
tidak merahmatinya, sehingga menyembuhkannya dari penyakit yang
dideritanya." Ketika keduanya mengunjungi Ayub maka salah seorang dari
kedua saudaranya itu tidak dapat menahan kesabarannya, sehingga ia
menyampaikan pembicaraan tersebut kepadanya. Ayub menjawab, "Aku tidak
mengetahui apa yang kamu berdua bicarakan, kecuali Allah Ta'ala telah
memberitahukan; bahwa aku diperintah untuk mendatangi dua orang
laki-laki yang berselisih supaya keduanya mengingat Allah. Sedang aku
akan kembali ke rumahku dan menutup diri dari keduanya, karena merasa
benci mengingat Allah, kecuali dalam kebanaran.”



Ketika Ayub sakit, maka ia menemukan kepingan uang milik istrinya yang
diperoleh dari hasil pekerjaannya melakukan sesuatu, sehingga ia
bersumpah akan mencambuknya seratus kali cambukan. Kemudian Allah
meringankannya dari Nabi Ayub dan istrinya, seraya dikatakan kepadanya:
"Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu
dan janganlah kamu melanggar sumpah." (Shad [38]: 43). Yakni melanggar
sumpahmu.



Dalam ayat di atas terdapat dalil bahwa kifarat sumpah tidak
disyari’atkan kepada seseorang sebelum syari’at kita, serta kedudukan
sumpah di hadapan mereka adalah sama dengan nazdar, yang mesti dipenuhi.



Juga dalam ayat tersebut terdapat dalil, bahwa bagi orang yang tidak
mungkin dilaksanakan hukuman had atasnya karena kondisinya yang lemah
atau alasan lainnya, hendaklah diberlakukan kepadanya hukuman yang
disebut dengan hukuman tersebut, karena tujuan dari pemberlakuan hukuman
itu ialah pemberian rasa jera, bukan perusakkan atau penghancuran.



Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi Wasallam bersabda, "Ketika Ayub pergi
menunaikan hajatnya maka istrinya memegang tangannya hingga selesai.
Suatu hari istrinya datang terlambat dan Ayub menerima wahyu,
Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum. (Shad
[38]: 42) Ketika istrinya datang dan bermaksud menemuinya, maka ia
melayangkan pandangannya dalam keadaan tertegun, dan Ayub menyambutnya
dalam rupa dimana Allah telah menyembuhkan penyakit yang dideritanya,
dan rupanya sangat tampan seperti semula. Ketika istrinya melihatnya,
seraya bertanya, "Semoga Allah memberkatimu, apakah engkau melihat nabi
Allah yang sedang diuji? Demi Allah, bahwa aku melihatnya mirip denganmu
saat ia sehat." Ayub menjawab, "Sesungguhnya aku ini adalah dia."
Ketika itu di hadapannya terdapat dua buah gundukan yaitu gundukan
gandum dan jewawut. Kemudian Allah mengirim dua buah awan, dimana ketika
salah satunya menaungi gundukan gandum, maka tercurah padanya emas
hingga penuh, sedangkan pada gundukan jewawut tercurah mata uang hingga
penuh." (HR. Abu Ya’la, 3617, yang dishahihkan al-Hakim (2/581-582) dan
Ibnu Hibban (2091) serta al-Albani dalam kitab Shahîh-nya no. 17).



Referensi

Sami bin Abdullah bin Ahmad al-Maghluts, Atlas Sejarah Para Nabi dan
Rasul, Mendalami Nilai-nilai Kehidupan yang Dijalani Para Utusan Allah,
Obeikan Riyadh, Almahira Jakarta, 2008.

Dr. Syauqi Abu Khalil, Atlas Al-Quran, Membuktikan Kebenaran Fakta
Sejarah yang Disampaikan Al-Qur'an secara Akurat disertai Peta dan Foto,
Dar al-Fikr Damaskus, Almahira Jakarta, 2008.

Ibnu Katsir, Qishashul Anbiyaa', hlm 24.

Ibnu Asakir, Mukhtashar Taarikh Damasyaqa, IV/224.

ats-Tsa'labi, Qishashul Anbiyaa' (al-Araa'is), hlm 36.

Tim DISBINTALAD (Drs. A. Nazri Adlany, Drs. Hanafi Tamam, Drs. A. Faruq
Nasution), Al-Quran Terjemah Indonesia, Penerbit PT. Sari Agung,
Jakarta, 2004

Departemen Agama RI, Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Quran,
Syaamil Al-Quran Terjemah Per-Kata, Syaamil International, 2007.

alquran.bahagia.us, keislaman.com, dunia-islam.com, Al-Quran web, PT. Gilland Ganesha, 2008.

Muhammad Fu'ad Abdul Baqi, Mutiara Hadist Shahih Bukhari Muslim, PT. Bina Ilmu, 1979.

Al-Hafizh Zaki Al-Din 'Abd Al-'Azhum Al Mundziri, Ringkasan Shahih
Muslim, Al-Maktab Al-Islami, Beirut, dan PT. Mizan Pustaka, Bandung,
2008.

M. Nashiruddin Al-Albani, Ringkasan Shahih Bukhari, Maktabah al-Ma'arif, Riyadh, dan Gema Insani, Jakarta, 2008.

Al-Bayan, Shahih Bukhari Muslim, Jabal, Bandung, 2008.


       Di dalam sumber lain disebutkan keturunan nabi Ayyub berasal dari Amush bin Thawikh bin Rum bin Aish bin Ishaq .Di utus kepada bangsa kaum Rum atau Aramia (Aramic) dan Amoria Amorites di daerah Damaskusk Dan siapakah .kaum Rum????

         Menurut Ibnu Katsir dalam Qishah al Anbiya mengutip pendapatnya Ibnu Ishaq,Ayyub adalah putra dari Mush bin Rawa'il dan Al Aish bin Ishaq bin Yakub berasal dari Rum*.



*Syahruddin El Fikri,situs-situs dalam Al Quran,hal.147



B.Cobaan Nabi Ayyub Alaihissalam                                   

 Di dalam Al Quran di jelaskan Nabi Ayyub Alaihissalam adalah seorang yang diutus Allah yang sangat sabar beliau disebut sebagai hamba yang paling baik ,beliau memiliki harta kekayaan yang sangat banyak namun beliau tetap bersyukur dan malah semakin taat kepada Allah.

         Nabi Ayyub mendapati penyakit kulit yang busuk dan berulat-ulat dan memiliki istri yang meninggalkannya dan anak-anak yang meninggal Dunia.

     Ditambah oleh Ibnu katsir , Yang mengutip pendapatnya Ibnu Asakir ,Ayyub memiliki sejumlah tanah disebutkan diseluruh Batsinah di daerah Hauran. Dan dikatakan saking sabarnya Naboi Ayyub Alaihissalam, konon ketika ada ulatyang terjatuh dari badannya ia mengambil ulat itu dan meletakkan kembali ke tempat tubuhnya dan semakin giat beribadah.*

*ibid,hal.149



          Firman Allah Taala sebagai Rahmat bagi kami "untuknya atas kesabaran, ketabahan, penyerahan diri, tawadhu, dan ketenangannya." FirmanNya "Dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran ".Yaitu bagi orang-orang yang berakal bagi mereka mengetahui bahwa akibat baik kesabarannya adalah kesenangan jalan keluar dan ketentraman.

          Firman Allah yang Agung kebesaranNya " Dan Ambillah dengan tanganmu seikat rumput,maka pukullah, dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah hal itu dikarenakan bahwa Ayyub pernah marah kepada Istrinya atas suatu perkara yang dilkukan istrinya.

           Satu pendapat mengatakan bahwa isterinya telah menjual tali pengekangnya dengan sepotong roti untuk memeberikan makan padanya ,lalu dia mencela istrinya dan dia bersumpah bahwa jika Allah menyembuhkan niscaya dia akan memukul istrinya sebanyak seratus kali.

            Pendapat lain menyatakan sebab lain, Maka ketika Allah menyembuhkan beliau tidak melakukan sumpahnya karena bakti istrinya yang begitu tinggi karena kasih sayang dan asih beliau, maka Allah memeberikan fatwa untuk mengambil seikat rumput yang berjumlah seratus helai lalu dipukullah kepada istrinyasatu kali sehingga selesailah ia menunaikannya,keluar dari sumpah dan menunaikan nadzarnya, ini termasuk pembebasan dan jalan keluar bagi orang-orang yang bertakwa dan berserah diri kepada Allah swt.*

*Tafsir Ibnu Katsir Surah Shaad 41-44

          Ketika Allah telah memberikan kesehatan kepada Ayyub dab Dia menurunkan hujan belalang emas kemudian Ayyubmengambilnya dengan tangannya dan dimasukkan kedalam bajunya.Lalu dikatakan kepadanya " Hai Ayyub! Apakah engkau kenyang? Diamenjawab : "Ya Rabbku siapakah yang merasakan kenyang dari rahmatmu? " Hadits ini berasal dari AS Shahihain dan akan disebutkan kembali pada tempat yang lain.

          FirmanNya  " Dan kami kembalikan keluarganya keppadanya dan kami lipatgandakan bilangan mereka  " Ibnu Abbas berkata "mereka dikembalikan kepadanya dengan  diri mereka demikian yang di riwayatkan oleh al Aufi dari Ibnu Abbas dan pendapat lain dari Ibnu Masud dan Mujahid serta dikatakan oleh Al Hasan dan Qatadah.*

*ibid

C.Dakwah Nabi Ayyuub Pada Kaumnya



     Nabi Ayyub di Utus pada kelompok-kelompok yang tinggal di Hauran dan dia hoidup ditengah;tengah kaumnya selama 70 tahun untuk menyembah Allah.



 D. Adapaun Penyebutan Nama Nabi Ayyub dalam Al Quran

a.An Nisa 163

b.Al  An Am 84

c.Al Anbiya 83-84

d.Shad 41-44