Minggu, 03 Desember 2017

Ringkasan MK RETORIKA DAKWAH SMESTER V JURUSAN KPI OLEH DOSEN : USTADZ.DIDIN MUHIDIN

                                                                                                                         23 SEPTEMBER 2017




BENTUK PERSIAPAN PIDATO

1.Memahami latar belakang jamaah.
2.Menentukan masalah/ materi
3.mengumpulkan bahan : dalil, buku, koran, majalah, kisah, kata mutiara, peribahasa, fakta , data,dll.

     Buku-Buku hadits dapat dipermudah dengan menyingkatkan menjadi BATINMAMA
B: BUKHARI
A:ABU DAUD
T:TIRMIDZI
I:IBNU MAJAH
N:NASAI
M;MUSLIM
A:AHMAD
M:MALIK
A:AD DARIMI


   Cara memberi salam :
    mengulangi, di selingi, dan dengan bersemangat
4. Menyusun Sistematika pidato:
Pendahuluan, pembahasan ,dan penutup
contoh pidato 15 menit
yaitu :
3 menit pembukaan
10 menit pembahasan 
2 menit penutupan

adapun dalam penggunaan kalimat diusahakan kalimat yang jarang dipakai oleh orang lain.

5.Menjaga dan mempersiapakan kondisi fisik


Pendahuluan terdiri dari Hamdalah dan kata pengantar
Pembahasan
penutup terdiri dari kesimpulan dan saran

Pelaksanaan Pidato 
1.Tampil mengesankan, pakaian sesuai dengan kondisi jamaah, bahasa sesuai dengan daerah
2.Menguasai Forum contoh memberi salam sambil tersenyum
3.Jangan menyimpang dari judul , fokus dari apa yang ditetapakan temanya
4.Gaya yang Orisinil, peniruan gaya orang lain bisa namun harus fokus pada gaya orang tersebut secara total
5.Bersikap sederajat
6.Mengatur intonasi, menutup dengan suara rendah, dan saat pembahasan suara naik
7.Mengatur tempo
8.Memberi Tekanan
9.Memelihara kontak dengan jamaah
10.Pengembangan bahasa (penjelasan, contoh, kutipan,perbandingan, dan statistik dapat meyakinkan jamaah)
11.Memberi kesimpulan (Di dalam khutbah jumat yaitu pada jumat kedua)




Minggu, 26 November 2017

SEJARAH DAKWAH NABI AYUB AS







                                       Nabi Ayyub Alaihissalam

A.Biografi Nabi Ayyub Alaihissalam

Nabi Ayub Alaihissalam

Ayub (Ayyub) bin Amush. Garis Keturunan Nabi Adam Alaihissalam ⇒ Syits ⇒
Anusy ⇒ Qainan ⇒ Mahlail ⇒ Yarid ⇒ Nabi Idris Alaihissalam ⇒
Mutawasylah ⇒ Lamak ⇒ Nabi Nuh Alaihissalam ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyadz ⇒ Syalih
⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra'u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Azar ⇒ Nabi Ibrahim
Alaihissalam ⇒ Nabi Ishaq Alaihissalam ⇒ al-'Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush
⇒ Nabi  Ayub Alaihissalam. Usia    120 tahun. Periode sejarah    1540 -
1420 SM. Tempat diutus (lokasi) Dataran Hauran. Jumlah keturunannya
(anak) 26 anak. Tempat wafat Dataran Hauran. Sebutan kaumnya Bangsa
Arami dan Amori, di daerah Syria dan Yordania, di Al-Quran namanya
disebutkan sebanyak 4 kali

Ayub adalah seorang nabi sangat sabar, bahkan bisa dikatakan bahwa
beliau berada di puncak kesabaran. Ayub menjadi simbol kesabaran dan
cermin kesabaran atau teladan kesabaran. Allah subhanahu wa ta'ala
berfirman: "Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar.
Dialah sebaih-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)."
[QS. Shad [38]: 44]



Kisah Ayyub dalam Al-Qur'an



Di dalam Al-Quran, nama Ayyub as, disebutkan sebanyak 5 kali, yaitu :



Surat An-Nisaa' (An-Nisa') [4] : ayat 163

Surat Al-An'aam (Al-An'am) [6] : ayat 84

Surat Al-Anbiyaa' (Al-Anbiya') [21] : ayat 83 dan 84

Surat Shaad (Sad) [38] : ayat 41 dan 44

Pada Surat Al-Anbiyaa' (Al-Anbiya') [21] : ayat 83 dan 84, Firman Allah subhanahu wa ta'ala :



(Ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku),
sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang
Maha Penyayang di antara semua penyayang". Maka Kamipun memperkenankan
seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami
kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan
mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan
bagi semua yang menyembah Allah.



Pada Surat Shaad (Sad) [38] : ayat 41-44, Firman Allah subhanahu wa ta'ala :



Ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya:
"Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan". (Allah
berfirman): "Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan
untuk minum". Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali)
keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula
sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai
fikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah
dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati
dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya
dia amat taat (kepada Tuhan-nya).



Pada Surat An-Nisaa' (An-Nisa') [4] : ayat 163, Firman Allah subhanahu wa ta'ala :



Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah
memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami
telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan
anak cucunya, 'Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan
Zabur kepada Daud.



Pada Surat Al-An'aam (Al-An'am) [6] : ayat 84, Firman Allah subhanahu wa ta'ala :



Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada keduanya
masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu
(juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya
(Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah
Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.



Ringkasan Kisah Ayyub Alaihissalam



Nabi Ayub Alaihissalam adalah salah seorang manusia pilihan dari
sejumlah manusia pilihan yang mulia. Allah telah menceritakan dalam
kitab-Nya dan memujinya dengan berbagai sifat yang terpuji secara umum
dan sifat sabar atas ujian secara khusus. Allah telah mengujinya dengan
anaknya, keluarganya dan hartanya, kemudian dengan tubuhnya. Allah telah
mengujinya dengan ujian yang tidak pernah ditimpakan kepada siapa pun,
tetapi ia tetap sabar dalam menunaikan perintah Allah dan terus-menerus
bertaubat kepada-Nya.



Setelah Nabi Ayub Alaihissalam menderita penyakit kronis dalam jangka
waktu yang cukup lama, dimana sahabat dan keluarganya telah
melupakannya, maka ia menyeru Rabbnya, "(Ya Rabbku), sesungguhnya aku
telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara
semua penyayang." (Al-Anbiya’: 83). Dikatakan kepadanya, "Hantamkanlah
kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum." (Shad: 42). Nabi
Ayub AS menghantamkan kakinya, maka memancarlah mata air yang dingin
karena hantaman kakinya tersebut. Dikatakan kepadanya, "Minumlah darinya
serta mandilah." Nabi Ayub AS melakukannya, maka Allah Ta'ala
menghilangkan penyakit yang menimpa bathinnya dan lahirnya.



Kemudian Allah mengembalikan kepadanya; keluarganya, hartanya, sejumlah
ni’mat serta kebaikan yang dikaruniakan kepadanya dalam jumlah yang
banyak. Dengan kesabarannya itu maka ia merupakan suri teladan bagi
orang-orang yang sabar, penghibur bagi orang-orang yang mendapat ujian
atau ditimpa musibah serta pelajaran berharga bagi orang-orang yang mau
mengambil pelajaran.



Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik ra dari Nabi
saw, beliau bersabda, “Sesungguhnya Nabi Ayub as diuji dengan musibah
tersebut selama delapan belas tahun, dimana keluarga dekat serta
keluarga yang jauh telah menolaknya dan mengusirnya kecuali dua orang
laki-laki dari saudara-saudaranya. Dimana keduanya telah memberinya
makan dan mengunjunginya. Kemudian pada suatu hari salah seorang dari
kedua saudaranya itu berkata kepada saudaranya yang satu, "Demi Allah,
perlu diketahui, bahwa Ayub telah melakukan suatu dosa yang belum pernah
dilakukan siapa pun di dunia ini." Sahabatnya itu bertanya, "Dosa
apakah itu?." Saudaranya tadi berkata, "Selama delapan belas tahun Allah
tidak merahmatinya, sehingga menyembuhkannya dari penyakit yang
dideritanya." Ketika keduanya mengunjungi Ayub maka salah seorang dari
kedua saudaranya itu tidak dapat menahan kesabarannya, sehingga ia
menyampaikan pembicaraan tersebut kepadanya. Ayub menjawab, "Aku tidak
mengetahui apa yang kamu berdua bicarakan, kecuali Allah Ta'ala telah
memberitahukan; bahwa aku diperintah untuk mendatangi dua orang
laki-laki yang berselisih supaya keduanya mengingat Allah. Sedang aku
akan kembali ke rumahku dan menutup diri dari keduanya, karena merasa
benci mengingat Allah, kecuali dalam kebanaran.”



Ketika Ayub sakit, maka ia menemukan kepingan uang milik istrinya yang
diperoleh dari hasil pekerjaannya melakukan sesuatu, sehingga ia
bersumpah akan mencambuknya seratus kali cambukan. Kemudian Allah
meringankannya dari Nabi Ayub dan istrinya, seraya dikatakan kepadanya:
"Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu
dan janganlah kamu melanggar sumpah." (Shad [38]: 43). Yakni melanggar
sumpahmu.



Dalam ayat di atas terdapat dalil bahwa kifarat sumpah tidak
disyari’atkan kepada seseorang sebelum syari’at kita, serta kedudukan
sumpah di hadapan mereka adalah sama dengan nazdar, yang mesti dipenuhi.



Juga dalam ayat tersebut terdapat dalil, bahwa bagi orang yang tidak
mungkin dilaksanakan hukuman had atasnya karena kondisinya yang lemah
atau alasan lainnya, hendaklah diberlakukan kepadanya hukuman yang
disebut dengan hukuman tersebut, karena tujuan dari pemberlakuan hukuman
itu ialah pemberian rasa jera, bukan perusakkan atau penghancuran.



Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi Wasallam bersabda, "Ketika Ayub pergi
menunaikan hajatnya maka istrinya memegang tangannya hingga selesai.
Suatu hari istrinya datang terlambat dan Ayub menerima wahyu,
Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum. (Shad
[38]: 42) Ketika istrinya datang dan bermaksud menemuinya, maka ia
melayangkan pandangannya dalam keadaan tertegun, dan Ayub menyambutnya
dalam rupa dimana Allah telah menyembuhkan penyakit yang dideritanya,
dan rupanya sangat tampan seperti semula. Ketika istrinya melihatnya,
seraya bertanya, "Semoga Allah memberkatimu, apakah engkau melihat nabi
Allah yang sedang diuji? Demi Allah, bahwa aku melihatnya mirip denganmu
saat ia sehat." Ayub menjawab, "Sesungguhnya aku ini adalah dia."
Ketika itu di hadapannya terdapat dua buah gundukan yaitu gundukan
gandum dan jewawut. Kemudian Allah mengirim dua buah awan, dimana ketika
salah satunya menaungi gundukan gandum, maka tercurah padanya emas
hingga penuh, sedangkan pada gundukan jewawut tercurah mata uang hingga
penuh." (HR. Abu Ya’la, 3617, yang dishahihkan al-Hakim (2/581-582) dan
Ibnu Hibban (2091) serta al-Albani dalam kitab Shahîh-nya no. 17).



Referensi

Sami bin Abdullah bin Ahmad al-Maghluts, Atlas Sejarah Para Nabi dan
Rasul, Mendalami Nilai-nilai Kehidupan yang Dijalani Para Utusan Allah,
Obeikan Riyadh, Almahira Jakarta, 2008.

Dr. Syauqi Abu Khalil, Atlas Al-Quran, Membuktikan Kebenaran Fakta
Sejarah yang Disampaikan Al-Qur'an secara Akurat disertai Peta dan Foto,
Dar al-Fikr Damaskus, Almahira Jakarta, 2008.

Ibnu Katsir, Qishashul Anbiyaa', hlm 24.

Ibnu Asakir, Mukhtashar Taarikh Damasyaqa, IV/224.

ats-Tsa'labi, Qishashul Anbiyaa' (al-Araa'is), hlm 36.

Tim DISBINTALAD (Drs. A. Nazri Adlany, Drs. Hanafi Tamam, Drs. A. Faruq
Nasution), Al-Quran Terjemah Indonesia, Penerbit PT. Sari Agung,
Jakarta, 2004

Departemen Agama RI, Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Quran,
Syaamil Al-Quran Terjemah Per-Kata, Syaamil International, 2007.

alquran.bahagia.us, keislaman.com, dunia-islam.com, Al-Quran web, PT. Gilland Ganesha, 2008.

Muhammad Fu'ad Abdul Baqi, Mutiara Hadist Shahih Bukhari Muslim, PT. Bina Ilmu, 1979.

Al-Hafizh Zaki Al-Din 'Abd Al-'Azhum Al Mundziri, Ringkasan Shahih
Muslim, Al-Maktab Al-Islami, Beirut, dan PT. Mizan Pustaka, Bandung,
2008.

M. Nashiruddin Al-Albani, Ringkasan Shahih Bukhari, Maktabah al-Ma'arif, Riyadh, dan Gema Insani, Jakarta, 2008.

Al-Bayan, Shahih Bukhari Muslim, Jabal, Bandung, 2008.


       Di dalam sumber lain disebutkan keturunan nabi Ayyub berasal dari Amush bin Thawikh bin Rum bin Aish bin Ishaq .Di utus kepada bangsa kaum Rum atau Aramia (Aramic) dan Amoria Amorites di daerah Damaskusk Dan siapakah .kaum Rum????

         Menurut Ibnu Katsir dalam Qishah al Anbiya mengutip pendapatnya Ibnu Ishaq,Ayyub adalah putra dari Mush bin Rawa'il dan Al Aish bin Ishaq bin Yakub berasal dari Rum*.



*Syahruddin El Fikri,situs-situs dalam Al Quran,hal.147



B.Cobaan Nabi Ayyub Alaihissalam                                   

 Di dalam Al Quran di jelaskan Nabi Ayyub Alaihissalam adalah seorang yang diutus Allah yang sangat sabar beliau disebut sebagai hamba yang paling baik ,beliau memiliki harta kekayaan yang sangat banyak namun beliau tetap bersyukur dan malah semakin taat kepada Allah.

         Nabi Ayyub mendapati penyakit kulit yang busuk dan berulat-ulat dan memiliki istri yang meninggalkannya dan anak-anak yang meninggal Dunia.

     Ditambah oleh Ibnu katsir , Yang mengutip pendapatnya Ibnu Asakir ,Ayyub memiliki sejumlah tanah disebutkan diseluruh Batsinah di daerah Hauran. Dan dikatakan saking sabarnya Naboi Ayyub Alaihissalam, konon ketika ada ulatyang terjatuh dari badannya ia mengambil ulat itu dan meletakkan kembali ke tempat tubuhnya dan semakin giat beribadah.*

*ibid,hal.149



          Firman Allah Taala sebagai Rahmat bagi kami "untuknya atas kesabaran, ketabahan, penyerahan diri, tawadhu, dan ketenangannya." FirmanNya "Dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran ".Yaitu bagi orang-orang yang berakal bagi mereka mengetahui bahwa akibat baik kesabarannya adalah kesenangan jalan keluar dan ketentraman.

          Firman Allah yang Agung kebesaranNya " Dan Ambillah dengan tanganmu seikat rumput,maka pukullah, dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah hal itu dikarenakan bahwa Ayyub pernah marah kepada Istrinya atas suatu perkara yang dilkukan istrinya.

           Satu pendapat mengatakan bahwa isterinya telah menjual tali pengekangnya dengan sepotong roti untuk memeberikan makan padanya ,lalu dia mencela istrinya dan dia bersumpah bahwa jika Allah menyembuhkan niscaya dia akan memukul istrinya sebanyak seratus kali.

            Pendapat lain menyatakan sebab lain, Maka ketika Allah menyembuhkan beliau tidak melakukan sumpahnya karena bakti istrinya yang begitu tinggi karena kasih sayang dan asih beliau, maka Allah memeberikan fatwa untuk mengambil seikat rumput yang berjumlah seratus helai lalu dipukullah kepada istrinyasatu kali sehingga selesailah ia menunaikannya,keluar dari sumpah dan menunaikan nadzarnya, ini termasuk pembebasan dan jalan keluar bagi orang-orang yang bertakwa dan berserah diri kepada Allah swt.*

*Tafsir Ibnu Katsir Surah Shaad 41-44

          Ketika Allah telah memberikan kesehatan kepada Ayyub dab Dia menurunkan hujan belalang emas kemudian Ayyubmengambilnya dengan tangannya dan dimasukkan kedalam bajunya.Lalu dikatakan kepadanya " Hai Ayyub! Apakah engkau kenyang? Diamenjawab : "Ya Rabbku siapakah yang merasakan kenyang dari rahmatmu? " Hadits ini berasal dari AS Shahihain dan akan disebutkan kembali pada tempat yang lain.

          FirmanNya  " Dan kami kembalikan keluarganya keppadanya dan kami lipatgandakan bilangan mereka  " Ibnu Abbas berkata "mereka dikembalikan kepadanya dengan  diri mereka demikian yang di riwayatkan oleh al Aufi dari Ibnu Abbas dan pendapat lain dari Ibnu Masud dan Mujahid serta dikatakan oleh Al Hasan dan Qatadah.*

*ibid

C.Dakwah Nabi Ayyuub Pada Kaumnya



     Nabi Ayyub di Utus pada kelompok-kelompok yang tinggal di Hauran dan dia hoidup ditengah;tengah kaumnya selama 70 tahun untuk menyembah Allah.



 D. Adapaun Penyebutan Nama Nabi Ayyub dalam Al Quran

a.An Nisa 163

b.Al  An Am 84

c.Al Anbiya 83-84

d.Shad 41-44














 

Minggu, 28 Mei 2017

Pulau Durai Sudah terkenal Di Amerika dan Internasinal lebih dr 1000 orang mengunjungi website ini

Berdasarkan statistik website admin postingan ini sudah dibaca oleh lebih dari seribu orang tigkat Internasional dan Indonesia, warga Dunia sudah mengetahui Pulau Durai dan sejarahnya data statistiknya mereka berasal dari Amerika, Prancis, Malaysia, Thailand,Rusia, Arab Saudi, dll.berikut datanya

  Semua ini berkat Allah Shubhanawataala  yang menggerakkan hati manusia untuk melihat Pulau Durai yang meski kecil namun pulau Durai memiliki potensi yang besar, untuk pemuda dan masyarakat Durai patut berbangga hati menjadi warga negeri ini kelak suatu saat Durai adalah sebuah negeri yang sangat Maju seperti singapura dan Malaysia karena dia adalah pulau strategis perdagangan yang mana penghubung antara Kepri dan Riau dan juga Durai juga memiliki asset budaya dan Sumber daya Alam yang tinggi, terletak di laut Cina selatan yang boleh dimasuki oleh kapal-kapal kargo yang besar serta memiliki masyarakat yang membudayakan agama, dan perlu bagi masyarakat Durai meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah shubhanawataala.Dan perlu bagi masyarakat untuk tidak memilih pemimpin kafir untuk dijadkan pemimpin seperti Singapura yang pemimpinnnya orang kafir sehingga walau negaranya maju rakyat melayu terpinggirkan karena penguasanya adalah orang kafir. Dan kita perlu bertakwa kepada Allah yang mana diterangkan dalam Al quran
Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin
QS. 3. Aali 'Imraan : 28.
"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)."
 QS. 4. An-Nisaa' : 144.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?"
 QS. 5. Al-Maa-idah : 57.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman."
2.  Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri :
QS. 9. At-Taubah : 23.
"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
QS. 58. Al-Mujaadilah : 22.
"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling  berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa  puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa  sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung."
3. Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai teman setia
QS. 3. Aali 'Imraan : 118.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN  KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang  disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya."
QS. 9. At-Taubah : 16.
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman ? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
4. Al-Qur'an melarang saling tolong dengan kafir yang akan merugikan umat Islam
QS. 28. Al-Qashash : 86.
"Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir."
QS. 60. Al-Mumtahanah : 13.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa."
5. Al-Qur'an melarang mentaati orang kafir untuk menguasai muslim
QS. 3. Aali 'Imraan : 149-150.
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong."
6. Al-Qur'an melarang beri peluang kepada orang kafir sehingga menguasai muslim
QS. 4. An-Nisaa' : 141.
"...... dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman."
7. Al-Qur'an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin
QS. 4. An-Nisaa' : 138-139.
"Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan  yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah."
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/10/03/20572/inilah-dalildalil-mengharamkan-umat-islam-memilih-pemimpin-kafir/#sthash.rdU9eCyi.dpuf

Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin
QS. 3. Aali 'Imraan : 28.
"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)."
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/10/03/20572/inilah-dalildalil-mengharamkan-umat-islam-memilih-pemimpin-kafir/#sthash.rdU9eCyi.dpuf
Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin
QS. 3. Aali 'Imraan : 28.
"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)."
 QS. 4. An-Nisaa' : 144.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?"
 QS. 5. Al-Maa-idah : 57.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman."
2.  Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri :
QS. 9. At-Taubah : 23.
"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
QS. 58. Al-Mujaadilah : 22.
"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling  berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa  puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa  sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung."
3. Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai teman setia
QS. 3. Aali 'Imraan : 118.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN  KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang  disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya."
QS. 9. At-Taubah : 16.
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman ? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
4. Al-Qur'an melarang saling tolong dengan kafir yang akan merugikan umat Islam
QS. 28. Al-Qashash : 86.
"Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir."
QS. 60. Al-Mumtahanah : 13.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa."
5. Al-Qur'an melarang mentaati orang kafir untuk menguasai muslim
QS. 3. Aali 'Imraan : 149-150.
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong."
6. Al-Qur'an melarang beri peluang kepada orang kafir sehingga menguasai muslim
QS. 4. An-Nisaa' : 141.
"...... dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman."
7. Al-Qur'an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin
QS. 4. An-Nisaa' : 138-139.
"Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan  yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah."
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/10/03/20572/inilah-dalildalil-mengharamkan-umat-islam-memilih-pemimpin-kafir/#sthash.rdU9eCyi.dpuf
                                             Larangan al-Quran
Terdapat banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang melarang ummat Islam memilih non Muslim menjadi teman dekat dan pemimpinnya.
“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kamu kembali.” (QS: Ali Imran ayat 28).
Kandungan ayat ini memahamkan kita bahwa ummat Islam dilarang Allah memilih Kafir menjadi pemimpinnya dari kalangan apapun Kafir itu berasal. Kalaupun Muslim tidak mengikuti perintah Allah tersebut maka orang tersebut lepas dari bantuan Allah dalam kehidupan ini, kecuali kalau berada dalam kondisi yang mudharat dengan menggunakan siyasat untuk menyelamatkan diri dan agamanya.
Dalam surah Al-Maidah ayat 51 Allah mengkhususkan larangan  memilih orang-orang Yahudi dan Nashrani (Kristen) menjadi pemimpin ummat Islam maupun agama lainnya selain Islam.
           Jadi Kita perlu banyak belajar untuk menjadi negeri yang maju, negeri yang berkembang dan kita juga harus bersiap membina akidah dan memperbnyak Ilmu pengetahuan agar negeri kita menjadi negeri yang makmur dan sejahtera berdasarkan Al Quran dan As Sunnah.
              Mungkin ini adalah tindakan awal kita yang sangat harus kita perhatikan karena sejarah pasti terulang kembali pada saat kota mekkah yang dahulunya Nabi Ibrahim meninggalkan istri dan anaknya di kota Mekkah yang kekeringan air tidak ada makanan namun kita lihat pada saat ini Mekkah merupakan kota yang memiliki tanah yang termahal di Dunia dan terkaya di Dunia, ini karena pertolongan Allah kepada Nabi Ibrahim, istrinya, dan anaknya yang mana Istrinya meminta kepada Allah akan air sehingga turun mukjizat allah berupa Air zam-zam yang kita kenal saat ini dan sekarang kota Mekkah terdapat segala macam jenis buah-buahan padahal kota Mekkah tidak memiliki kebun buah kecuali kebun Kurma saja ini semua adalah pertolongan Allah, dan Kembali kepada negeri kita Pulau Durai Bisa saja Terjadi seperti ini walaupun kita tidak punya lahan padi, Pabrik-pabrik baju, dan semua komoditi bisa saja Allah mebantu kita, namun ingat pertolongan Allah itu datang jika kita menolong agamanya sebagaimana firmanya :

Allah mengungkapkan sebuah rahasia dalam al-Qur’an sebagai berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedu­dukanmu.” (Q.s. Muhammad: 7)


   Mudah-mudahan kita selalu mendapat pertolongan Allah Shubhanawataala Amin ya Robbal Alamin.

Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin
QS. 3. Aali 'Imraan : 28.
"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)."
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/10/03/20572/inilah-dalildalil-mengharamkan-umat-islam-memilih-pemimpin-kafir/#sthash.rdU9eCyi.dpuf
Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin
QS. 3. Aali 'Imraan : 28.
"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)."
 QS. 4. An-Nisaa' : 144.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?"
 QS. 5. Al-Maa-idah : 57.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman."
2.  Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri :
QS. 9. At-Taubah : 23.
"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
QS. 58. Al-Mujaadilah : 22.
"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling  berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa  puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa  sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung."
3. Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai teman setia
QS. 3. Aali 'Imraan : 118.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN  KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang  disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya."
QS. 9. At-Taubah : 16.
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman ? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
4. Al-Qur'an melarang saling tolong dengan kafir yang akan merugikan umat Islam
QS. 28. Al-Qashash : 86.
"Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir."
QS. 60. Al-Mumtahanah : 13.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa."
5. Al-Qur'an melarang mentaati orang kafir untuk menguasai muslim
QS. 3. Aali 'Imraan : 149-150.
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong."
6. Al-Qur'an melarang beri peluang kepada orang kafir sehingga menguasai muslim
QS. 4. An-Nisaa' : 141.
"...... dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman."
7. Al-Qur'an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin
QS. 4. An-Nisaa' : 138-139.
"Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan  yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah."
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/10/03/20572/inilah-dalildalil-mengharamkan-umat-islam-memilih-pemimpin-kafir/#sthash.rdU9eCyi.dpu
Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin
QS. 3. Aali 'Imraan : 28.
"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)."
 QS. 4. An-Nisaa' : 144.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?"
 QS. 5. Al-Maa-idah : 57.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman."
2.  Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri :
QS. 9. At-Taubah : 23.
"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
QS. 58. Al-Mujaadilah : 22.
"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling  berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa  puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa  sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung."
3. Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai teman setia
QS. 3. Aali 'Imraan : 118.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN  KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang  disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya."
QS. 9. At-Taubah : 16.
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman ? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
4. Al-Qur'an melarang saling tolong dengan kafir yang akan merugikan umat Islam
QS. 28. Al-Qashash : 86.
"Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir."
QS. 60. Al-Mumtahanah : 13.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa."
5. Al-Qur'an melarang mentaati orang kafir untuk menguasai muslim
QS. 3. Aali 'Imraan : 149-150.
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong."
6. Al-Qur'an melarang beri peluang kepada orang kafir sehingga menguasai muslim
QS. 4. An-Nisaa' : 141.
"...... dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman."
7. Al-Qur'an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin
QS. 4. An-Nisaa' : 138-139.
"Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan  yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah."
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/10/03/20572/inilah-dalildalil-mengharamkan-umat-islam-memilih-pemimpin-kafir/#sthash.rdU9eCyi.dp
Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin
QS. 3. Aali 'Imraan : 28.
"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)."
 QS. 4. An-Nisaa' : 144.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?"
 QS. 5. Al-Maa-idah : 57.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman."
2.  Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri :
QS. 9. At-Taubah : 23.
"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
QS. 58. Al-Mujaadilah : 22.
"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling  berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa  puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa  sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung."
3. Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai teman setia
QS. 3. Aali 'Imraan : 118.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN  KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang  disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya."
QS. 9. At-Taubah : 16.
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman ? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
4. Al-Qur'an melarang saling tolong dengan kafir yang akan merugikan umat Islam
QS. 28. Al-Qashash : 86.
"Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir."
QS. 60. Al-Mumtahanah : 13.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa."
5. Al-Qur'an melarang mentaati orang kafir untuk menguasai muslim
QS. 3. Aali 'Imraan : 149-150.
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong."
6. Al-Qur'an melarang beri peluang kepada orang kafir sehingga menguasai muslim
QS. 4. An-Nisaa' : 141.
"...... dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman."
7. Al-Qur'an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin
QS. 4. An-Nisaa' : 138-139.
"Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan  yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah."
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/10/03/20572/inilah-dalildalil-mengharamkan-umat-islam-memilih-pemimpin-kafir/#sthash.rdU9eCyi.dpuf

Kamis, 25 Mei 2017

Pemuda Durai Harus Tahu - Sejarah Pasukan Belanda bersama NICA di Tanjung Kilang Durai, Kepri


Pertempuran di Tanjungkilang Durai, Kabupaten Indragiri Hilir (sekarang pindah menjadi kab.Karimun) Meski Indonesia telah mardeka pada 17 Agustus 1945, namun Belanda berusaha menjajah Indonesia kembali.
Caranya, Belanda memboncengi Nederland Indishe Civil Administraion (NICA). Tak ayal, melihat gelagat tersebut dan ingin mempertahankan kemerdekaan, muncul berbagai pertempuran berdarah.
 Di Tanjungkilang Durai. pertempuran warga dengan Belanda terjadi. Daerah tersebut merupakan desa kecil di Pulau Kirai, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), sekiat 60 mil dari Sungai Guntung.Daerah itu merupakan pos terdepan tentara NICA yang menduduki daerah Kepulauan Riau. Menurut catatan ditulis Mayor Zuhdi, terakhir perwira menengah Korem 031/Wira Bima di bagian penerangan, Oktober 1945 dikerahkan satu Kompi TKR dipimpin Kapten Mochtar untuk menduduki Tanjungkilang. Jika berhasil serangan dilanjutkan ke Tanjung Pinang. Untuk mencapai Pulau Durai, pejuang Riau (dahulu Riau dan Kepulauan Riau itu Satu)  harus menggunakan perahu ditarik boat.
Setibanya di Pulau Durai, tulisan Ketua Umum Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Riau, Kolonel (Purn) Himron Saheman dalam sebuah makalah yang dimiliki RIAUONLINE.CO.ID, pasukan TKR menyerbu dengan gagah berani. Pertempuran terjadi selama 12 jam akhirnya musuh mengundurkan diri, Pulau Durai dikuasai oleh Pejuang Riau.

Namun, itu tak bertahan lama. Pada 12 Juli 1946, tentara Belanda mendapat bantuan dari KNIL di Tanjungbatu dan Tanjungbalai. (kini bagian Provinsi Kepulauan Riau), melakukan serangan besar-besaran.

Karena kekuatan tidak seimbang, pejuang-pejuang Riau mundur secara tidak teratur. Dalam pertempuran ini, ada sejumlah pejuang gugur, di antaranya Kapten Mochtar, Kopral Asmara, Nasrun, Sanusi, Kadri, Kokot, Pandi, HA Manaf, Amran.Jenazah mereka dibawa ke Tanjungbatu dan dimakamkan di sana. Tak hanya itu, sebanyak 21 pejuang Riau menjadi tawanan hingga kedaulatan Indonesia diakui Belanda 27 Desember 1949.



sumber : http://www.riauonline.co.id/internasional/read/2015/11/08/baku-tembak-12-jam-di-tanjungkilang-durai-inhil


Semangatkan Ramadhan kali ini dengarkan ceramah Ust.Azrin Durai  Mahasiswa fakultas KPI STID MOHD NATSIR JAKARTA klik disini

Update terus blog ini untuk dapatkan informasi menarik negeri anda lainnya...seperti info

This is Pulau akat Island....dapatkan info berikutnya di edisi entri berikutnya silakan update terus blog ini..



Selasa, 23 Mei 2017

Senin, 22 Mei 2017

INFORMASI PANITIA MASTAMA STID MOHD NATSIR 2017/2018

STRUKTUR PANITIA

KEGIATAN MASTAMA

T.A.2017-2018


SC:
Waket Bid.Kemahasiswaan           : Imam Taufik Al Khattab M.Pd.I
Sekretaris Bid.Kemahasiswaan    : Aan Handriyani M.ag
Sekretaris Bid.PESMA                      : Musmardi Afit Syah S.Kom.I
OC:
KETUA:
-Azrin

SEKRETARIS:
-Zainal Arfan
-Sarafuddin

BENDAHARA:
-Jatif Hasani
ACARA:
-Jundi Robbani                    -Armain
-Mujahid Muwwahidi                -Farhan
-Awaludin                                     -Abdul Muzil Furqan
-Bayu Widakdo                           -Masriadi

KONSUMSI:
-Ricky Pratama                              -Irham Abisono

-Rizky Mufadhal                            -Amirullah
-Ramdhon fi sabilillah                -Nasution Anshori
-Fakrurozi Mukri                           -Amirullah

PERLENGKAPAN:
-Zainal Musthopa                   -Khotib Romli Ahmad
-Zainul Asrori                         -Yayan Hamzani
-Iqbal Abdul Ganni                -Zulkifli Banfatin
-Haris Fikri                               - Syarif Hidayatullah

PUBDEKDOK:
-Imron Zahroni                    -M.Abdul Aziz Ibrohim
-Zaim Ukhrowi                    -M.Aqimuddin
-Thoriq Ridwanullah               

KEBERSIHAN:
-Dedi Irawan                    -Shobahul Khoir
-Syauqi Adam                    -Amal Sarifuddin
-Fajri Hidayat                    -Masrin Nitbani
-Defri Hariadi                    -Faturrahman Libu








CTT :
PERUBAHAN KEANGGOTAAN BISA TERJADI SEWAKTU-WAKTU AGAR ANGGOTA PANITIA SELALU UPDATE DI WEBSITE INI



                                                                                                                                TTD
                                                                                                                      KETUA PANITIA


                                                                                                                               AZRIN